Shama (Murai Batu)

Trushes (Shama)
Murai Batu

Secara umum jenis-jenis Murai Batu adalah:
  • Murai Medan,
    berasal dari Bukit Lawang, Bohorok hingga ke kaki gunung Leuser, Sumatra Utara. Panjang ekor 27 - 30 cm.
    Di Medan (Sumatra Utara), terdapat beberapa jenis (varian) Murai Batu, yang tersebar di Sumatra Utara, yaitu:
    • Murai Nias,
      hidup di pulau Nias, Sumatra Utara. Panjang ekor 22 - 27 cm. Ekor keseluruhan berwarna hitam. Murai Nias kadang disebut sebagai Murai Medan-Nias.
    • Murai Mandailing
  • Murai Aceh,
    berasal dari daerah kaki gunung Leuser, Aceh. Panjang ekor 25 - 30 cm.
    Di Aceh, terdapat beberapa jenis (varian) Murai Batu, yang tersebar di Aceh, yaitu:
    • Murai Sinabang (Simalur)
    • Murai Lasia
    • Murai Lampuyang
    • Murai Sabang
    • Murai Ujung Pancu
  • Murai Padang,
    hidup di daerah Pasaman, Sumatra Barat, dekat dengan wilayah perbatasan Sumatra Utara.
  • Murai Mentawai,
    hidup di hutan pulau Mentawai, Sumatra Barat. Murai Mentawai memiliki postur yang mirip dengan Murai Nias, dan diduga Murai Mentawai adalah Murai Nias yang bermigrasi ke pulau Mentawai.
  • Murai Jambi,
    hidup di hutan Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi. Murai Jambi memiliki postur tubuh dan karakter yang mirip dengan Murai Padang, oleh karena itu Murai Jambi kadang dianggap sama dengan Murai Padang.
  • Murai Lahat (Palembang),
    hidup di hutan Lahat, Sumatra Selatan.
  • Murai Enggano,
    hidup di hutan pulau Enggano, Bengkulu.
  • Murai Lampung,
    hidup di Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 - 20 cm.
  • Murai Palangka (Murai Borneo),
    panjang ekor 15 - 18 cm. Hidup di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
  • Murai Banjar (Murai Borneo),
    jenis ini paling populer di Kalimantan, karena sering merajai berbagai lomba di Kalimantan. Penyebaran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10 - 12 cm.
  • Larwo (Murai Jawa),
    hidup di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat langka ditemukan. Panjang ekor 8 - 10 cm.

Selain dari jenis Murai Batu di atas, masih ada Murai Batu yang berasal dari negeri tetangga, yaitu :
  • Murai Malaysia,
    wilayah Penang. Ekor tipis dan panjang sekitar 30 - 33 cm dan postur tubuh lebih besar dari murai medan.
  • Murai Thailand,
    hidup di perbatasan Thailand dan Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 - 35 cm dan warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan).
  • Murai Filipina,
    wilayah Luzon dan Catanduanes. Jenis ini lebih tepat disebut Murai-hias, karena memiliki warna tubuh yang sangat indah.
  • Murai India
  • Murai Andaman
  • Murai Vietnam

Species

  1. Copsychus malabaricus, (White Rumped Shama), (26 subspecies)
  2. Copsychus luzoniensis, (White Browed Shama), (4 subspecies)
  3. Copsychus niger, (White Vented Shama), (monotypic)
  4. Copsychus cebuensis, (Black Shama), (monotypic)
  5. Copsychus stricklandii, (White Capped Shama, Strickland Shama)
  6. Copsychus albiventris, (Andaman Shama)
  7. Copsychus mindanensis, (Philippine Shama)
  8. Trichixos pyrropygus, (Orange Tailed Shama, Rufous Tailed Shama), (monotypic)
    jenis ini, satu-satunya keluarga Murai Batu yang tidak berada dalam genus Copsychus.

Read more ►

Copsychus malabaricus tricolor

Copsychus malabaricus ssp tricolor
Trushes, (Shama), Murai Batu
Copsychus malabaricus tricolor

Genus: Copsychus
Species: Copsychus malabaricus
Subspecies: tricolor(Vieillot, 1818)

Varian:
  • Copsychus malabaricus tricolor (tricolor)
  • Copsychus malabaricus tricolor (abbotti)
Nama lain: White Rumped Shama, Murai Sumatra
Penyebaran: Malaysia, Sumatra, kepulauan Natuna dan Anamba


Di Indonesia, Murai-batu jenis tricolor ini lah yang paling populer dan paling diminati, bukan hanya karena kemampuan berkicaunya yang hebat, tapi juga karena ekornya yang panjang, dari sekitar 22 cm hingga 28 cm, bahkan ada yang mencapai 30 cm. Panjang ekornya yang indah ini melebihi panjang tubuhnya, sehingga membuat penampilannya sangat memukau, selain itu kicauannya yang merdu dan keras (nyaring).

Murai batu tricolor ini lebih dikenal dengan nama umum Murai Batu Sumatra (atau Murai Sumatra saja), tapi tergantung dari daerah mana dia berasal maka Murai Batu Sumatra pun memiliki sebutan berdasarkan nama daerahnya. Uniknya Murai Sumatra dari berbagai daerah sumatra memiliki perbedaan-perbedaan, yang menjadi ciri khasnya. Kalau soal kualitas suara, bisa dikatakan Murai Sumatra dari berbagai daerah ini memiliki kemampuan berkicau yang sama baiknya.

Murai Batu Sumatra (Copsychus malabaricus tricolor), terdiri dari beberapa varian, yaitu:
  • Murai Batu Aceh
    Murai Aceh

    Hidup di sekitar kaki gunung Leuser di wilayah perbatasan Aceh dan Sumatra Utara, ukuran tubuh kecil dan ekor panjang berkisar antara 22 s/d. 28 cm.

    Murai batu Aceh sendiri memiliki beberapa jenis lagi, yang berasal dari berbagai daerah di Aceh, yaitu:
    • Murai batu Sinabang (Simalur)
      Berasal dari pulau Simalur (Simeuleu).
      Ukuran tubuh agak kecil mirip dengan Murai Medan, tapi ekor lebih pendek. Warna ekor keseluruhan warna hitam polos mirip dengan Murai Nias.

    • Murai batu Lasia
      Berasal dari pulau Lasia, Aceh. Sebuah pulau yang berada di tenggara pulau Simalur (Simeulue). Postur mirip dengan Murai Sinabang, namun ukuran Murai Lasia sedikit lebih besar.
      Ekornya juga lebih panjang. Pada ujung ekor terdapat noktah putih balak.
    • Murai batu Lampuyang
      Berasal dari daerah Lampuyang, Berasal dari pulau Breuh, Lampuyang, Aceh. Murai Lampuyang ini memiliki keunikan, pada ekornya 3 pasang hitam polos dan 3 pasang lainnya terdapat noktah putih yang tebal,sekitar 1 cm lebih. Model ekor seperti ini sering disebut dengan "balak 6".
    • Murai batu Sabang
      Berasal dari daerah Sabang. Postur tubuh dan ekornya sama dengan Murai Lampuyang, tapi ekor lebih panjang.
      Murai Sabang, mulai jarang ditemukan. Diperkirakan populasinya tinggal sedikit, akibat perburuan liar di hutan Sabang.


    • Murai batu Ujung Pancu
  • Murai Batu Medan

    Hidup berhabitat di daerah bukit Lawang, Bohorok hingga ke kaki gunung Leuser, ukuran tubuh paling kecil dan ekor panjang berkisar antara 25 s.d. 30 cm dan ekor Murai Medan paling lentur. Untuk tangkapan hutan dari wilayah Bukit Lawang, kadang ada yang memiliki suara dasar orangutan. Ekor tipis dan paling lentur melengkung ke bawah, panjang ekor berkisar antara 25- 30 cm. Kicauan sangat bervariasi. Karakter tempur nya dahsyat serta mental baja dengan volume suara di atas rata-rata Murai Batu yang ada di Indonesia. Oleh karena itu Murai Medan yang berasal dari bukit Lawang, Bohorok memiliki harga paling mahal, dan harga bakalannya pun mahal.
    Oleh karena itu, Murai Batu yang berasal dari luar wilayah Medan juga disebut sebagai Murai Medan, seperti yang berasal dari wilayah Aceh atau dari Kisaran dan daerah lainnya, apabila didrop masuk ke Medan disebut-sebut juga sebagai Murai Medan, mungkin untuk ikut mendongkrak harganya.
  • Murai Batu Mandailing
    Ada juga Murai Medan yang berasal dari daerah Tapanuli Selatan, Mandailing Natal hingga dekat perbatasan dengan Sumatra Barat. Murai Mandailing sering disebut juga sebagai Murai Medan-Mandailing, namun masyarakat setempat di daerah Mandailing-Natal menyebutnya sebagai Murai Mandailing. Ekor tidak sepanjang Murai Medan-Bohorok, ekor agak kaku dan lebih mirip dengan Murai Padang.


  • Murai Batu Nias

    Murai Sumatra juga ada yang berasal dari pulau Nias. Diduga bahwa Murai Nias bukanlah merupakan subspecies dari Copsychus malabaricus. Karena terdapat perbedaan mencolok pada bentuk ekor Murai Nias yang tidak ada warna putihnya, karena berwarna hitam polos keseluruhan. Panjang ekor lumayan panjang berkisar antara 20 s/d 26 cm.
    Burung Murai Nias ini berhabitat di kepulauan Nias, Sumatra Utara.
    Murai Batu Nias, kadang disebut juga sebagai Murai Medan-Nias.
  • Murai Batu Pagai (Mentawai)

    Murai Pagai, kadang disebut juga sebagai Murai Mentawai. Murai Batu Pagai berhabitat di pulau Mentawai. Postur fisik dan ciri-ciri Murai Pagai ini sangat mirip dengan Murai Nias.
    Banyak yang berpendapat kemungkinan Murai Pagai adalah Murai Nias yang terbang bermigrasi ke pulau Mentawai atau bisa juga dari pulau Mentawai bermigrasi ke pulau Nias.
  • Murai Batu Padang
     
    Kebanyakan berasal dari daerah Pasaman (habitat hutan Panti, Kumpulan, Lubuk Sikaping, Bonjol dan Rao), Padang Tujuh, Ujung Gading dan Muaro Kiawai yang berbatasan dengan Mandailing Natal provinsi Sumatra Utara ). Berukuran sedikit lebih besar dari Murai Medan, ekor lebih pendek dari Murai Medan.
  • Murai Batu Jambi

    Ukuran dan postur tubuh hampir sama dengan Murai Padang, sehingga kadang disebut sebagai Murai Padang.





  • Murai Batu Palembang (Lahat)

    Ukuran tubuh berkisar di antara Murai Padang dan Murai Lampung, ekor lebih pendek dari Murai Padang. ukuran ekor berkisar antara 18 s/d. 23 cm


  • Murai Batu Lampung

    Hidup di Krakatau, wilayah provinsi Lampung hingga ke arah Bengkulu, memiliki ukuran paling besar di antara Murai Sumatra, ekor sekitar 15 s/d. 17 cm dan ekor agak kaku. Murai Lampung dengan ukuran ekor yang tidak terlalu panjang sering menampilkan kicauan dan gaya yang paling atraktif dibandingkan Murai Sumatra lainnya.

Read more ►

Copsychus malabaricus melanurus

ssp melanurus
Thruses (Turdidae)

Genus: Copsychus
Species: Copsychus malabaricus
Subspecies: melanurus(Salvadori, 1887)

Nama lain: Black Tailed Shama, Murai Enggano

Penyebaran: Sumatra bagian Barat, Enggano






Gallery

 ► Video


Read more ►

Copsychus malabaricus malabaricus

ssp malabaricus

Photographer: vasanthan p.j
(Tamil Nadu-India)
Thruses (Turdidae)

Genus: Copsychus
Species: Copsychus malabaricus
Subspecies: malabaricus(Scopoli, 1786)

Nama lain: Murai India
Penyebaran: India









Gallery

Photographer: © Girish Ketkar
Masinagudi, Tamil Nadu, India 
3 March 2014








Read more ►

Copsychus malabaricus nigricauda

ssp nigricauda

Photographer: © Axel Voeltz

Photographer's aviary in Canada. 
Synonyms: Shama Thrush,
Common Shama,

Common Shama Thrush,
White-Rumped Shama,
Andaman Shama (albiventris),
Ceylon Shama (ceylonensis) 

Thruses (Turdidae)

Genus: Copsychus
Species: Copsychus malabaricus
Subspecies: nigricauda(Vorderman, 1893)

Penyebaran: pulau Kangean









Read more ►